Yuk, Intip Keseharian Musa, Tahfidz Cilik yang Mengharumkan Nama Indonesia Itu


Ustadz Rohmanto Abu Al Laits hafidzohullah Saat menunggu di Bandara Soeta bertemu dengan Abu Musa, orang tua Musa Tahfidz Cilik dari Indonesia. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Mereka berbincang-bincang mulai dari jam 14.30 - 16.00 wib, Rohmanto bertanya tips bagaimana beliau (Abu Musa) menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz. Bahkan menurut pengakuan Abu Musa, Anaknya sudah hafal 'Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits ust Yazid, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja.

Berikut adalah tips yang disampaikan oleh Abu Musa kepada Ustadz Rohmanto Abu Al Laits waktu itu:
  1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
  2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.
  3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.
  4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
  5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..
  6. Jam 9-10 Makan pagi dll.
  7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
  8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
  9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.
  10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain
  11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.

Dan uniknya banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, ingin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan 'tidak sekolah'. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang 'tidak sekolah'.

Demikian tips yang disampaikan oleh Abu Musa kepada  Ustadz Rohmanto Abu Al Laits hafidzohullah saat ketemu di Bandara Soeta sebelum Musa berangkat ke mesir untuk mengikuti lomba tahfid tingkat Internasional di Mesir.


Dari Grup Laskar Rubaiyat