Peran Maroko dalam Pendirian Negara Amerika tahun 1776

WASHINGTON - Dunia diguncang dengan berita heboh kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli tahun 1776. Saat itu 13 Koloni Amerika, yang sedang berperang melawan penguasa Inggris Raya, tiba-tiba mengumumkan kemerdekaan mereka.

Koloni yang sebelumnya dibentuk dari emigrasi warga Inggris puritan, setelah gagal mengganti konstitusi Inggris,
English Common Law , dengan Biblical Laws , pada tahun 1642 sampai 1648 itu, kini menjadi negara baru. Pada awalnya, di benua baru itu, mereka hanya ingin mendirikan komunitas dengan perundangan sendiri yang mereka inginkan dengan nama The Plymouth Colony .

Adalah Sultan Mohammed Ben Abdellah al-Khatib, dikenal dengan sebutan Mohammed III, Raja Maroko (1757-1790) yang pertama merasa simpati dengan perjuangan bangsa baru ini.

Dua pengamat hubungan internasional Gary Clyde Hufbauer dan Claire Brunel dalam sebuah jurnal di Peterson Institute for International Economics berjudul Capitalizing on the Morocco-US Free Trade Agreement: a road map for success , menjelaskan bahwa Raja Maroko lah yang pertama mengakui kemerdekaan Amerika Serikat tahun 1777.

Mohammed al-Khatib bahkan saat itu memberi bantuan militer ke pihak AS saat Presiden George Washington meminta izinnya tahun 1789 agar kapal-kapal AS boleh berlayar di sekitar Maroko, Afrika Utara.

Mungkin karena itu, dalam pertemuan Raja Maroko dengan Presiden AS Barack Obama, seorang penulis di Middle East Voices di VOANews , Vish Sakthivel mengatakan, sudah saatnya AS dan Maroko me-reset kembali hubungan bilateral mereka ke arah yang lebih baik, mengingat eratnya pertalian sejarah antar keduanya.
Sumber : VOA

deskripsi gambar

0 Response to "Peran Maroko dalam Pendirian Negara Amerika tahun 1776"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.