Header Ads

SEBAIKNYA ANDA TAHU " Inilah Perbedaan AL-MUKHLISHIN DAN AL-MUKHLASHIN..."


AL-MUKHLISHIN DAN AL-MUKHLASHIN

المخلِصين dan المخلَصين

- Tentang manusia yang ikhlas, Al-Quran menggambarkan dua keadaan, yaitu Al-Mukhlishin (mereka yang berusaha untuk ikhlas) dan Al-Mukhlashin ( Mereka yang mendapat anugerah ikhlas atau diikhlaskan oleh Allah)

- Rumusan antara kedua terminologi tsb: Setiap yang mukhlas pasti mukhlis, dan belum tentu sebaliknya

- Karenanya tingkatan tertinggi dalam konteks manusia yang ikhlas adalah mukhlashin

- Itulah ikhlasnya para nabi. Sebagai contoh nabi Yusuf yang Allah anugerahkan keikhlasan kepadanya sehingga ia menjadi hambaNya yg mukhlas:
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
 
"Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang mukhlas". (Yusuf: 24)
- Juga tentang nabi Musa:
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَىٰ ۚ إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا
 
"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang mukhlas dan seorang rasul dan nabi". (Maryam: 51)

- Untuk mencapai maqam mukhlashin, seseorang harus terus menerus berusaha mengikhlaskan diri, melatih keikhlasan, diuji keikhlasan dsb dalam semua amal dan perilakunya

- Karena tidak mungkin mencapai 'mukhlas' tanpa 'mukhlis'...Pada tataran amaliah ikhlas inilah manusia akan meningkat setahap demi setahap menuju mukhlashin

- Sebagaimana banyak diperintahkan oleh Allah dalam Al-Quran:
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
 
"Maka sembahlah Allah dengan ikhlas (memurnikan ibadat) kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)". (Ghaafir: 14)

- Dan memang kita tidak diperintah melainkan untuk beribadah, mengabdi, menyembah, beramal dengan penuh keikhlasan:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
 
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan  ikhlas (memurnikan ketaatan) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus". (Al-Bayyinah: 5)

- Ayo terus beramal, latih keikhlasan dalam setiap amal yang terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi....semoga anugerah ikhlas akhirnya Allah berikan kepada kita. Aamiin..

- Pada tataran praktek, keikhlasan dapat ditunjukkan dalam tiga hal:

1. Ikhlas dalam berakidah, yaitu dengan tidak berbuat syirik

2. Ikhlas dalam beramal, yaitu dengan menjaga kualitas amal

3. Ikhlas dalam bermu'amalah, dengan menunjukkan akhlak mulia dalam 
setiap keadaan

- Kenapa kita dituntut untuk berusaha mengikhlaskan diri, baik dalam berakidah, beramal, dan bermu'amalah?.. Manusia yang aman dari jerat dan bujuk rayu iblis adalah mereka yang sudah berada pada maqam mukhlashin.
- Simak firman Allah tentang komitmen Iblis menggoda manusia dan pengakuan ketidak berdayaan mereka di hadapan mukhlashin:


قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
 
"kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlas di antara mereka". (Al-Hijr: 39-40)
- Di ayat lain, Allah mengungkapkan komitmen Iblis dan pengakuan mereka:

َالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
 
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. (Shaad: 82-83)


Sumber:  Kuliah Al-Quran Dr. Atabik Luthfi (Ketua Bidang Dakwah PP IKADI)

No comments

www.updategeh.com. Powered by Blogger.