Antara Yusril, Pendukung Jokowi dan Ahok di Pilgub Jakarta

photo : Kabar Yusril
Sepertinya tidak membutuhkan banyak analisa untuk mengukur peluang Yusril Ihza Mahendra yang berniat ingin memenangkan Pilgub DKI 2017.

Yusril Ihza Mahendra memang bukan orang sembarangan. Kalau dibilang  20 orang Indonesia yang paling tinggi kehebatannya dalam profesinya maka gw pastikan Yusril masuk dalam daftar itu.

Mantan Menteri Hukum dan HAM yang juga merupakan Ketua Partai Bulan Bintang ini sangat terkenal dengan keahliannya dibidang Hukum. 

Yusril adalah orang yang penuh percaya diri. Perhitungan Yusril dalam aktifitasnya di bidang apapun biasanya sangat matang.

Tapi Yusril mungkin lupa bahwa untuk menjadi seorang Gubernur itu harus dipilih jutaan orang. 

Untuk menjadi Gubernur itu harus disukai oleh jutaan orang. Kalau di DKI Jakarta minimal harus 2,5 Juta orang yang memilih barulah seseorang itu bisa menjadi Gubernur DKI.

Menjadi Menteri berkali-kali tidak membutuhkan pilihan jutaan masyarakat. Cukup seorang Presiden saja yang mengangkatnya. 

Menjadi Pengacara terhebat di Indonesia juga tidak membutuhkan rasa suka dari jutaan orang. Cukup Pintar, punya bakat, sekolah tinggi dan memiliki pengalaman terbang yang tinggi. 

Itulah yang membedakan Kehebatan seorang Yusril dengan sebuah kontestasi tingkat Pilgub DKI. 

Fakta yang sudah ada sebagai Ketua Partai Yusril dengan nama besarnya belum pernah sekalipun berhasil membawa partainya menjadi Pemenang Pemilu Legislatif di daerah strategis (kota-kota besar). 

Ahok bukan tidak terkalahkan. Mengalahkan Ahok tidaklah sesulit mengalahkan Jokowi sewaktu dirinya masih belum menjadi Presiden. 

Yusril seorang Muslim dan mungkin 80% warga DKI juga muslim tetapi itu bukan merupakan jaminan bahwa warga muslim Jakarta akan memilih calon muslim dibanding calon bukan muslim. 

Sejarah politik kita membuktikan bahwa masyarakat luas lebih menyukai tokoh yang berpaham nasionalis sehingga bukan muslim dan non muslim yang bisa dijadikan acuan dalam sebuah kontestasi Pilkada.

Menurut gw sih kekurangan Yusril hanya satu yaitu Yusril kurang disukai masyarakat luas. Menurut pengamatan gw masyarakat Indonesia yang menyukai Yusril mungkin dapat dihitung hanya sebatas jumlah Konstituen Partainya (PBB) saja

Semua orang di Indonesia memang mengenal dengan baik siapa Yusril. Mereka tidak membenci Yusril tetapi juga sosok Yusril dapat dikatakan kurang begitu disukai oleh masyarakat luas.

Ada dua hal yang mungkin membuat masyarakat luas kurang menyukai Yusril. 

Pertama, di mata mereka Yusril hebat tetapi disadari atau tidak bahwa ada aura arogansi yang kuat yang nampak dari sosok penampilan Yusril di muka Publik. 

Inilah yang membuat masyarakat luas kurang menyukai Yusril. 

Dan yang kedua adalah Yusril masih dianggap oleh para Pendukung Jokowi sebagai sosok mantan musuh yang berpotensi untuk tetap menjadi pihak musuh. Ini yang krusial, saudara-saudara.

Yusril mesti ingat bahwa mayoritas penduduk Jakarta adalah pendukung berat  Jokowi. 

Jadi kalau ingin mendapat simpati pendukung Jokowi ya tidak boleh mengkritisi Jokowi terlalu sering.

Kalau masih coba-coba mengkritik Jokowi tanpa alasan yang kuat ya resikonya sampai kiamat
pun (istilahnya doang) tidak mungkin akan bisa mendapatkan simpati pendukung Jokowi yang sebenarnya sangat  potensial untuk memenangkan dirinya di Pilgub DKI nanti.

Di sisi lain diatas Kertas Pilgub DKI 2017 diprediksi kuat akan diikuti oleh minimal 3 Paslon (pasangan calon). 

Yang harus diperhitungkan oleh setiap kontestan adalah massa pendukung Jokowi. Mereka kemungkinan besar terbagi dua. 

Sebagian mendukung Ahok dan sebagian lagi mendukung lawan Ahok yang cukup potensial dan juga mereka sukai. 

Jadi kesimpulannya bukan dikarenakan Yusril tidak Hebat, bukan karena Yusril seorang muslim dan juga bukan karena Yusril tidak punya kemampuan memimpin DKI

dikutip dari artikel  : Reza Fadli (penulis kompasiana / fadlizontor)


deskripsi gambar

0 Response to "Antara Yusril, Pendukung Jokowi dan Ahok di Pilgub Jakarta"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.