Bolehkan Daging Kurban Dijual ? Ini Kata Hidayat Nur Wahid

Hampir semua warga hari ini menerima bingkisan kurban baik dari mesjid maupun institusi lainnya, naik orang berada ataupun tidak punya, semuanya boleh menerima dan memakannya.

Lantas ada persoalan yang mungkin dialami oleh orang yang kurang berada terus mereka menjual daging tersebut ke penadah daging kurban, dengan alasan dia lebih mementingkan uang ketimbang daging.

Bagaimana pandangan Ustadz Hidayat Nur Wahid melihat fenomena ini ?

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, pembagian daging hewan kurban merupakan salah satu cara berbagi kebahagiaan. Adapun, bagi mereka yang menerima daging kurban dan kemudian menjualnya, kemungkinan itu karena beragam kondisi.

"Mungkin itu karena beragam kondisi. Apa bila dia masak sendiri mungkin dia tidak bisa atau tidak punya bumbu," kata Hidayat di Lapangan Parkir Barat Kampus Bumi LPPI, Jalan Kemang Raya Nomor 35, Jakarta, Senin (12/9).

Secara prinsip, lanjut politikus PKS tersebut, ketika seseorang sudah menerima, itu berarti pemberian tersebut sudah menjadi haknya. Dengan kata lain, daging kurban tersebut sudah berpindahlah posisi kepemilikannya.

"Kalau sudah hak milik dia, ya dia bebas untuk melakukan apakah dia akan jual atau masak sendiri atau akan dia hadiahkan kepada orang lain," ucap Hidayat.

Lebih penting dari itu, menurutnya dengan terjadinya pembagian hewan kurban itu sudah terjadi peristiwa sosial. Dimana mereka yang melaksanakan kurban ingin berbagi dan ingin saling membahagiakan.

"Kalau dia menjual mungkin karena dia lebih memerlukan uang untuk sekolah atau untuk kebutuhan hidup sehari-hari," terang Hidayat.
Sumber : Republika 
deskripsi gambar

0 Response to "Bolehkan Daging Kurban Dijual ? Ini Kata Hidayat Nur Wahid"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.