Header Ads

Presiden Jokowi Targetkan 10 Juta Wisman Datang dari RRT

Kunjungan Presiden Jokowi ke RRT
Bertemu Diaspora Indonesia di RRT (3/9), Presiden Jokowi menyampaikan mengenai kerja sama dengan RRT dalam hal pariwisata.

“Saya titip seluruh warga yang di sini ikut mempromosikan Indonesia itu adalah negara yang patut dikunjungi,” pinta Presiden.

Ia menyampaikan data dimana Malaysia setahun dikunjungi 24 juta wisatawan dan Thailand dikunjungi 28 juta wisatawan, sementara Indonesia tahun lalu hanya dikunjungi 9,8 juta wisatawan. Padahal, lanjut Presiden, Indonesia memiliki banyak sekali tempat-tempat yang indah.

Presiden memberi target pada 2019, jumlah wisatawan harus sudah di atas 20 juta. Ia menyebutkan, pemerintah sudah menandatangani perjanjian dengan Presiden RRT Xi Jinping tahun lalu, khusus dari RRT targetnya 10 juta turis, dan sekarang sudah kelihatan.

“Sekarang Manado itu mulai bulan lalu peningkatan turisnya 1.000%. Karena ada direct flight dari 4 provinsi di sini menuju Manado,” papar Presiden Jokowi.

Pemerintah, kata Presiden, sudah menentukan 10 tempat destinasi wisata baru selain Bali, diantaranya Danau Toba, Morotai, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur yang akan terus dikemas baik.

Menurut Presiden, fokusnya tidak perlu banyak-banyak tapi cukup di 10 destinasi itu saja. Pemasarannya akan diperbaiki, masyarakat dipersiapkan, infrastruktur dipersiapkan, dan yang terakhir promosinya akan digencarkan.

“Kemarin kita ketemu Jack Ma (Alibaba), Saya titip di Alibaba promosi tentang Indonesia diperkuat sehingga saya bisa mendapatkan 10 juta khusus dari sini untuk turis betul-betul bisa kita capai,” ungkap Presiden.

Presiden juga meminta para Diaspora yang hadir di acara tersebut bisa berkontribusi dan ikut berpartisipasi dalam pembanguan negara dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk penelitian maupun dalam bentuk bisnis.

“Bisnis tidak perlu yang besar, (bisa) bisnis menengah maupun bisnis yang kecil,” ujarnya.

Tampak hadir di acara tersebut antara lain Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Kepala BIN Sutiyoso, dan Kepala Badan Ekonomi kreatif Triawan Munaf

sumber : Setgab.go.id

No comments

www.updategeh.com. Powered by Blogger.