Header Ads

Risalah Istiqlal Risalah Setan, Maka Dengarkanlah Jika Alifurrahman Berfatwa

Untuk ke sekian kalinya, Alifurrahman seorang pemikir dan penulis Islam ini mengatakan bahwa ulama-ulama yang berkumpul di istiqlal beberapa hari yang lalu telah menjual agama untuk kepentingan politik.

Menanggapi acara tabligh akbar yang dihadiri oleh KH Didin Hafiduddin, Hidayat Nur Wahid, Amien Rais, KH Bachtiar Nasir, Habib Rizieq, Ustadz Zaitun Rasmin, dan Ustadz Fadlan Garamatan dan yang lainnya, Alifurrahman seorang muslim "sholeh" lulusan salah satu pondok pesantren itu berkakata :


"Mereka (ulama penggagas risalah istiqlal ) menggunakan kata muslim dan umat untuk kepentingan politik..... Seenak jidatnya mengharamkan memilih gubernur non muslim.."
"...Padahal Jakarta justru lebih maju di bawah kepemimpinan non muslim, dibandingkan dengan yang sebelumnya" katanya.


Alifurrahman, seorang penulis muslim yang "sholeh dan taat" itu pun menambahkan :
"...mereka berkata-kata dengan kalimat religius, fungsinya sama saja seperti penyanyi dangdut, agar rakyat tertarik dan memilih" katanya 

Alifurrahman seorang ahli tafsir yang "santun" dalam berlisan pun menggunakan surat An Anas sebagai dalil untuk menyebut seorang Ustadz yang mimpin doa di DPR, Amin Rais yang berkhutbah di hari raya Idul Adha dan Ulama yang berkumpul di mesjid Istiqlal dengan sebutan "setan"

Ahli tafsir qur'an ini pun berpendapat "...Kita harus sadar bahwa mereka adalah setan-setan yang nyata seperti yang disebut dalam Alquran surat Annas: min syarril waswasil khonnas, alladi yuwaswisu fi sudurinnas, minal jinnati wannas. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia..."

Di akhir tulisannya yang dimuat dalam situs miliknya www.seword.com, Alifurrahman mengumumkan identitasnya

"Benar saya pendukung Jokowi, sekarang juga mendukung Ahok...."


Alifurrahman S. Asyari
photo : Facebook
Dialah Alifurrahman,...kita jangan marah dengan tulisan-tulisannya, karena drajat dan maqom dia sudah jauh diatas kita-kita, jauh diatas ulama-ulama...bahkan dengan kejernihan penglihatan hatinya / bashiroh...dia telah bisa membedakan "mana setan ...dan mana manusia..." dan mungkin dia bisa dibilang wali abad ini.

Dialah malaikat ...karena hanya malaikatlah yang mampu membedakan mana setan...mana manusia, dialah orang suci ...karena hanya orang suci yang tanpa salah, satu-satunya orang yang layak untuk didengar ceramah-ceramahnya, dia sekarang berada di "lingkaran malaikat" bersama - sama orang suci lainnya yang berdakwah untuk memenangkan Ahok untuk menjadi Gubernur Jakarta



Ayah Naurah,
Jawara Banten yang lemah dan bodoh, penuh salah dan dosa..."boro-boro sholeh, ngaji iqro bae teu tamat-tamat"....makanya jangan percaya sama tulisan saya diatas

No comments

www.updategeh.com. Powered by Blogger.