HABIB KWITANG : Mulai Sekarang Panggillah dia ... BANG ANIES

Perintah Habib Kwitang itu disampaikan pada ribuan jemaahnya, saat menerima kedatangan cagub Anies Baswedan yang mengikuti pengajian di majelis taklimnya di Yayasan Islamic Center, Jakarta Pusat Minggu (09/10).

Para Gubernur Jakarta selalu punya panggilan Akrab dari warga, yang jadi legitimasi kultural atas diterimanya mereka sebagai pemimpin masyarakat Betawi, yaitu:
Bang ALI, Bang NOLLY, Bang WI, Bang SOER, Bang YOS, dan Bang FOKE.

Bilangan Kwitang merupakan kawasan historis bagi sejarah Jakarta. Di tempat itu, sejak era kolonial berdiam seorang pemuka Islam yang disegani. Hingga hari ini, masyarakat mengenal sesepuh utama di Kwitang, yaitu dengan sebutan Habib Kwitang.

Secara rutin ribuan kaum muslimin menghadiri pengajian yang diselenggarakan di Mesjid Kwitang sejak ratusan tahun yang lalu. Bagi penguasa DKI maupun calon penguasa, tidak lengkap jika tidak mengunjungi Kwitang untuk memperoleh legitimasi kultural.

Anehnya, Ahok hingga hari ini belum satu kali pun terdengar mengunjungi Kwitang. Dan keanehan berikutnya, Ahok belum pernah dipanggil oleh masyarakatnya sebagai Bang Ahok. Padahal panggilan Bang dalam konteks Jakarta, merupakan panggilan istimewa yang mengandung unsur legitimasi.

Minggu pagi dikabarkan Anies diterima dengan baik oleh Habib Kwitang sekaligus diberi julukan baru, Bang Anies. Sukakah Anies dengan panggilan khas Betawi itu, kita tidak mau tahu.

Adapun rentetan kunjungan dia ke Kwitang itu adalah sekitar pukul 07.30 wib Anies berkunjung untuk menghadiri pengajian rutin Majelis Ta’lim Al Habib Ali Al Habsyi yang berlokasi di kelurahan Kwitang Kecamatan Senen Jakarta Pusat.

Anies diterima oleh Habib Abdurrahman bin Muhammad AlHabsyi (sebagai pimpinan Majelis) dan putranya Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi. Setelah berkenalan dan berbicara hampir kurang lebih 30 menit dengan Habib Abdurrahman kemudian Bang Anies (panggilan bang yang diberikan oleh oleh Habib Ali) melakukan ziarah ke maqam Alhabib Ali Al Habsyi yang terletak di samping Masjid Arriyadh Kwitang.

Prosesi ziarah dilakukan dengan khusu’ dan hikmat yang didahului dengan panggilan salam kepada Ahlil Qubur terus dilanjutkan pembacaan Yaassin dan Tahlil serta Do’a dan tak lupa do’a khusus untuk kakeknya Anies (alm. Abdurrahman Baswedan) yang juga dihadiri oleh ratusan jama’ah tetap Majelis.

Setelah ziarah Maqam bang Anies dan rombongan menuju tempat pengajian Majelis Ta’lim (berlokasi 200 meter dari Maqam), yang sudah ditunggu oleh lebih kurang 10.000 hadirin/hadirat.

Tepat pukul 08.30, Majelis dibuka oleh oleh Habib Ali Alhabsyi sekaligus memperkenalkan bang Anies sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Habib Abdurrahman memberikan tausiyah umum pengajian sambil meminta jama’ah untuk mendukung dan memilih Sdr. Anies sebagai gubernur muslim dan meminta para hadirin agar jangan memilih gubernur Jakarta yang Non-Muslim.

Bang Anies pun diberi kesempatan tausiyah selama 30 menit untuk menyampaikan gagasan serta visinya sebagai calon gubernur dan mendapat apresiasi dan sambutan luar biasa dari para jama’ah tetap.

Dalam tausiyahnya. Jakarta harus dibangun dengan keadikan dan mengedepankan adab.

Anies berjanji akan mensejahterakan dan membahagiakan warga Jakarta dalam membangun kota Jakarta.
Setelah tausiyah, bang Anies pun pamit dan mohon diri untuk meninggalkan Majelis Kwitang sambil berjalan kaki melihat suasana asli Kampung Kwitang. (sed)


sumber : nusantaraterkini.com
deskripsi gambar

0 Response to "HABIB KWITANG : Mulai Sekarang Panggillah dia ... BANG ANIES"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.