Jangan BAWA - BAWA AGAMA dalam urusan POLITIK !

Di tengah tekanan Belanda, NU menyelenggarakan muktamar yang pertama setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Muktamar ke-16 itu diadakan di Purwekorto pada 26-29 Maret 1946.

Salah satu keputusan pentingnya, NU menyetuskan kembali Resolusi Jihad yang mewajibkan tiap-tiap umat Islam untuk bertempur mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu berpusat di Yogyakarta.
Dalam podatonya, Mbah Hasyim Asy’ari kembali menggelorakan semangat jihad di hadapan para peserta muktamar :

"Barang siapa memihak kepada kaum penjajah dan condong kepada mereka, maka berarti memecah kebulatan umat dan mengacau barisannya…"
"… maka barang siapa yang memecah pendirian umat yang sudah bulat, pancunglah leher mereka dengan pedang siapa pun orangnya itu…."

Di lain tempat dan waktu, untuk membakar semangat arek-arek Surabaya  melawan tentara Inggris, Bung Tomo menempatkan kata “merdeka! “ Setelah kalimat takbir.  “ Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka! “

Ketika mau masuk musim pilpres dan Pilkada sebagian kyai dan tokoh masyarakat menghimbau untuk melepaskan sementara agamanya.

“ Jangan membawa-bawa agama dalam ranah politik.”


“ Jangan membawa-bawa agama dalam menentukan pilihan politik.”

LANTAS MAU DISIMPAN DIMANA AGAMA KETIKA KITA NYOBLOS ?

Umat Islam pun dibuat bingung, karena umat Islam selalu membawa agamanya pada setiap aktifitasnya.

Mau tidur, bawa agama. Bangun tidur, bawa agama. Mau masuk kamar mandi bawa agama. Memakai baju, bawa agama. Mau berangkat kerja,bawa agama. Bahkan saat akan berhubungan intim pun dengan istri atau suami juga...umat Islam BAWA BAWA AGAMA.

Lalu bagaimana caranya melepaskan agama disaat umat Islam mau menentukan pilihan politiknya?

Apakah di TPS ada tempat khusus untuk PENITIPAN AGAMA ?

Lalu kalau hilang, bagaimana ?

Atau kalau tertukar dengan agama lain, gimana ? 

Kalau sudah urusan sama yang di atas tentu saja siapapun tidak akan berani KECUALI ORANG YANG BERANI SAMA TUHANNYA.

Emang ada orang yang kaya gini ?

Lho...bacalah detik.com tanggal 25 Agustus 2016, supaya ngga KUDET

Begini judulnya : "Khataman Alquran di Posko Pendukung Ahok, Nusron: Kami Memohon Ridha Allah..."

Lha, NUSRON WAHID kan yang gencar selalu bilang jangan bawa-bawa agama dalam politik,

NGAPAIN posko kemenangan AHOK ada acara khataman Al-Qur'an segala

Tapi inilah faktanya,masih ada orang yang berani menyimpan sebentar agamanya untuk satu urusan tertentu....

URUSAN APA ?

Urusan apalagi kalau bukan URUSAN PERUT

Ayo..., siapa lagi yang BERANI SAMA TUHANNYA ?

Sampai saat ini....

Adakah orang yang berani memprotes Pidato Mbah Hasyim dan Bung Tomo yang membawa-bawa agama dalam perjuangan politiknya dalam melawan penjajah ?

Tim redaksi updategeh.com

Keterangan photo : Khataman Alquran di posko pemenangan Ahok. Foto: dok. Tim Pemenangan Ahok

deskripsi gambar

0 Response to "Jangan BAWA - BAWA AGAMA dalam urusan POLITIK !"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.