Hukuman Apa Yang Pantas Bagi Pelaku Korupsi dan Penyuapan ... Tanyalah PATRIALIS AKBAR


Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, pada Rabu (25/1/2017). Agus Rahardjo membenarkan bahwa adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK di Jakarta. Ia mengatakan Patrialis ditangkap di sebuah tempat di Ibu Kota.

Patrialis Akbar anggota DPR-RI periode 1994-2004 dan 2004-2009 mewakili daerah pemilihan Sumatra Barat dari PAN cukup vokal dalam dukungannya untuk hukuman mati bagi koruptor. Ia berpendapat jika hukuman mati adalah hukuman yang setimpal untuk para perampok negara. Menurut Patrialis, oleh karena kelakuan bejat “tikus-tikus berdasi” itulah krisis ekonomi di Indonesia terjadi. Baginya, duit pajak haram untuk dicolong, sehingga untuk mendapat efek jera dan atas nama ketegasan hukum, ia mendukung jika koruptor dihukum mati saja. (Tirto.Id)

Patrialis Akbar ketika menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terus menyuarakan penerapan hukuman mati bagi terpidana korupsi dan penyuapan, dia menyebutkan bahwa hakim harus berani menerapkan hukuman itu karena sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

UU No 31/1999, yang diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, mengatur hukuman mati dapat dijatuhkan antara lain pada pelaku korupsi saat negara sedang dilanda krisis, saat bencana alam, atau dalam keadaan tertentu.

”Undang-Undang Korupsi sudah mengatur soal itu dan membolehkan. Saya setuju penerapannya itu. Masa kita harus berdebat terus mengenai itu. Sekarang tergantung bagaimana majelis hakim menafsirkan dan berani memutuskannya.” Kata Patrialis Akbar seperti dirilis Kompas, 6 April 2010
deskripsi gambar

0 Response to "Hukuman Apa Yang Pantas Bagi Pelaku Korupsi dan Penyuapan ... Tanyalah PATRIALIS AKBAR "

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.