Antara Bung Karno, Anies-Sandi dan Peci Hitam


Dalam sebuah buku yang berjudul "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" karya Cindy Adams, ketika Bung Karno masih berusia kurang lebih 20 tahun ketika itu Bung Karno dengan grogi dan demam panggungnya  memutuskan untuk memakai peci hitam di hadapan rapat Jong Java.  Soekarno harus tampil dalam rapat Jong Java itu, di Surabaya, Juni 1921. Tapi dia masih ragu. Dia berdebat dengan dirinya sendiri. “Apakah engkau seorang pengekor atau pemimpin?” “Aku seorang pemimpin.” “Kalau begitu, buktikanlah,” batinnya lagi. “Majulah. Pakai pecimu. Tarik nafas yang dalam! Dan masuklah ke ruang rapat… Sekarang!”
Ketika itu banyak para elite yang membenci pemakaian blangkon, sarung, dan peci karena dianggap sebagai cara berpakaiannya kaum lebih rendah. Bung Karno pun memecah kesunyian dengan berbicara: “…Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka.” (Adams: 1966: 51-52)
Itulah awal mula Sukarno mempopulerkan pemakaian peci hitam. Jika di Eropa warna hitam telah dimaknai sebagai kekuasaan, keberhasilan, kedisiplinan, dan keandalan semenjak warna ini diadopsi oleh penguasa Burgundy (Harvey, 1995: 165), maka di era kolonialisme yang bercokol di Tanah Air, warna hitam ini dimaknai sebagai simbol solidaritas dan egalitarianisme. Demikianlah, peci hitam mendapatkan popularitas semenjak Bung Karno mengereknya menjadi identitas nasional menuju Indonesia Merdeka
Kalau kita perhatikan , kecuali Megawati Soekarnoputri, semua Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, punya foto resmi dengan kepala tertutup peci hitam. Tampilan mereka yang gagah dengan jas dan peci hitam terpampang di dinding-dinding sekolah dan kantor-kantor pemerintahan
"Bung Karno menyatakan peci adalah identitas lelaki Indonesia, terlebih menggunakan kopiah bisa tambah ganteng," kata Ridwan Kamil, Walikota Bandung seperti dikutip dari Antara.Terlepas apakah benar atau tidak memakai peci bisa membuat ganteng atau tidak, tapi yang jelas Peci Hitam adalah Simbol Lelaki Indonesia.
Dalam pentas Pilkada Jakarta hari ini hanya pasangan pasangan nomer urut 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang mengenakan peci hitam dengan polo shirt putih hal tersebut memberikan pesan kepada kita hanya pasangan inilah satu-satunya pewaris kebiasaan Bung Karno selain untuk menunjukan simbol kepribadian dan simbol lelaki Indonesia, karena bagaimana pun juga Jakarta merupakan miniaturnya Indonesia.



0 Response to "Antara Bung Karno, Anies-Sandi dan Peci Hitam"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.