PELANGI NUSANTARA - ARABIA , Perkawinan Faham ISLAM NUSANTARA dan WAHABI ... Mungkinkah Terealisasi ?

aksi ribuan warga Aceh menolak faham wahabi (banarnews)

Kedatangan Raja Salman menjadi sejarah baru harmoni dua negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia-Arab Saudi. Kesan Indonesia yang mayoritas bermadzhab Sunni terwakili oleh NU dan Arab Saudi yang menjadikan madzhab Wahabi sebagai mazhab resmi kerajaannya ternyata tidak menghalangi kedua negara ini untuk bekerjasama.

Sebenarnya apa itu faham Wahabi ? KH Wazir Ali dalam pertemuan rutin Rais Syuriah MWCNU se Jombang (06/12/15) menjelaskan bahwa mereka sama sekali tidak mau menggunakan ta’wil (akal) dalam meengartikan nash al-Qur’an dan Hadist. “Sehingga mereka dalam megartikan ayat yadullah fauqo aidihim, akan mengartikan yadullah, tangan Allah SWT (dalam arti seperti makhluq), karena itu mereka dikatakan juga berpaham mujassimah (men-jisim-kan Allah SWT)”, katanya. (NU.OR.ID)

Mungkinkah faham keagamaan itu bertemu dengan faham keagamaan Islam Nusantara ?
Menanggapi hal ini M. Rikza Chamami, Dosen UIN Walisongo yang juga merupakan Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang menjelaskan kehadiran Raja Salman ke Indonesia menjadi sebuah momentum baru bagi penataan agama dan keagamaan Islam khas Indonesia atau Islam Nusantara. Jika memang momentum ini dapat dibuka, maka akan ada warna kiblat keagamaan yang bersifat pelangi, yaitu Pelangi Nusantara Arabia jelasnya. (NU.OR.ID)

Mungkinkah varian pemahaman baru "Pelangi Nusantara Arabia" bisa diterima oleh kedua pengikutnya ?

Pada kenyataanya baru-baru ini terjadi pengusiran seorang Ustadz yang berfaham wahabi yaitu Ust. Syafiq Basalamah pada tanggal 11 September 2016 di Masjid Manarul Ilmi Kampus ITS Surabaya. Ketika MWC NU Sukolilo bersama BANSER juga berkoordinasi dengan Polsek Sukolilo membatalkan acara tersebut.

Sebenarnya semangat “pendekatan antar mazhab” telah lama digaungkan oleh banyak Tokoh Islam Dunia, salah satunya Syekh Hasan Al Banna jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir.Salah satu prinsip dalam gerakan Islam ini, ialah menjauhi segala bentuk konflik sektarian dan perselisihan mazhab.

Jamaah Ikhwanul Muslimin, Syekh DR Yusuf Al Qardhawi ( ulama besar Sunni. Ia merupakan ketua Persatuan Ulama Dunia. Doktor fikih dari Universitas Al Azhar, Kairo) menyebutnya sebagai jamaah Islam modern terbesar abad 21 itu senantiasa konsisten dalam esensi keislamannya, gerakan ini adalah gerakan lintas mazhab yang tidak membatasi diri pada mazhab tertentu, yang selalu menghindari perselisihan parsial antar mazhab dan mengingatkan kaum Muslimin akan permasalahan penting ini. Di mata para tokoh gerakan ini, perselisihan pendapat antara para ulama Islam merupakan faktor yang dapat mengembangkan wacana pemikiran dunia Islam dan memajukan kaum Muslimin, terutama dalam aspek fleksibilitas dan dinamisme agama Islam serta praktek ijtihad. (redaksi khazanah)



deskripsi gambar

0 Response to "PELANGI NUSANTARA - ARABIA , Perkawinan Faham ISLAM NUSANTARA dan WAHABI ... Mungkinkah Terealisasi ?"

Post a Comment

www.updategeh.com. Powered by Blogger.